Rabu, 25 Desember 2019

Uas sistem Informasi Lanjut

UAS SISTEM INFORMASI LANJUT 

Nama : M. Zidan Ardiansyah
NIM : 1802045
Kelas : TI3B

Soal 1
-Buat folder " NIM_UAS".Buat folder " NIM_UAS".

  -Mkdir 1802081_uas

- didalamnya buat folder Epithet,Malevolent,Tyrotoxim.

-Mkdir 1802081_uas/Epithet
-Mkdir 1802081_uas/Malevolent
-Mkdir 1802081_uas/Tyrotoxim

- Copy Folder Malevolent Ke Folder Epithet.

  cp -r Malevolent ~/1802081_uas/Epithet

- Rename Folder Tryrotoxism Menjadi Quiescent.

 Mv 1802081_uas/Tyrotoxism 1802081_uas/Quiescent

- Copy folder Epithet kedalam Folder Malevolent.

- Cd 1802081_uas
- 1802081_uas cp -r Epithet ~/1802081_uas/Malevolent

- Rename nama folder NIM_UAS/Malevolent/Epithet/Malevolent menjadi Tyrotoxism.

- Cd ~
- Mv 1802081_uas/Malevolent/Epithet/Malevooent
- 1802081_uas/Malevolent/Epithet/Tyrotoxism

- Dan pindah folder Tyrotoxism ke folder Quiescent.

- Mv 1802081_uas/Malevolent/Epithet/Malevolent

-Mv 1802081_uas/Malevolent/Epithet/Tyrotohism

- Kemudian buat folder Quiescent didalam folder nim_uas/Epithet/Malevolent

-Cd 1802081_uas/Epithet/Malevolent
-1802081_uas/Epithet/Malevolent Mkdir Quiescant

-Buat folder epithet dalam folder NIM_UAS/Quiescent/Tyrotoxism.

-  Cd ~
-  Cd 1802081_UAS/Quiescent/Tyrotoxism
- 1802081_UAS/Quiescnt/Tyrotoxism Mkdir Epithet

- Setelah itu hapus folder NIM_UAS/Quiescent/
Tyrotoxism/Epithet

- 1802081_uas/Quiescent/Tyrotoxism Rmdir Epithet

- Copy Folder NIM_UAS/Epithet/Malevolent/Quiscent kedalam folder NIM_UAS/Epithet

- Cd ~
- Cd 1802081_uas/Epithet/Malevolent
- 1802081_uas/Epithet/Malevolent/ cp -r Quiescent ~/1802081_uas/Epithet

- Pindah kan folder Nim_uas/Epithet/Malvolent/Quiscant kedalam folder Tyrotoxism.

- Cd ~
- 1802081_uas/Epithet/ Malevolent /Quiescent
-1802081_uas/Quiescent/Tyrotoxism/Quuescent

- Buat file seluruh nama file 1 text txt ke dalam folder NIM_UAS /Epithet/Quiescent.

- Cd 1802081_uas/Epithet/Quiescent
- 1802081_uas/Epithet/Quiescent Touch 1 file1.txt

- Dan kemudian ubah hak akses Folder NIM/UAS/Malevolent/Epithet menjadi drw---wxr-z(Mengunakan letter coding system)

- cd 1802081_uas/Malevolent
- 1802081_ uas/Malevolent ls  -l
- 1802081_uas/sudo chmod
 u+r Epithet
-1802081_uas/ sudo chmod g-r Epithet
-1802081_uas/ sudo chmod g+r Epithet
-1802081_uas/ sudo chmod g+w Epithed
-1802081_uas/sudo chmod u-x Epithed
-1802081_uas/sudo chmod u-r Epithed
-1802081_uas/sudo chmod u+r Epithed
-1802081_uas/sudo chmod g-r Epithed

- Kemudian kompres folder NIM_UAS/Epithed dengan nama arsip.zip

- zip arsip.zip Epithed

- Extrak file arsip.zip kedalam folder NIM_UAS/Quiescent

Unzip arsip.zip -d Quiescant



Soal 2
- Buatlah program perulangan dengan nama ujian.sh didalam folder 1802081_uas/Melavolent dan jalan kan dengan hasil out put seperti berikut:

Perulangan ke 1
Peeulangan ke 3
Perulangan ke 5
Perulangan ke 7

Nano Ujian.sh
#!bin/sh
Clear

For prulangan
(1..7)
Do
Echo "perulangan ke- $perulangan"
Done

Rabu, 18 Desember 2019

Perulangan

Untuk Script kali ini saya menggunakan android
Aplikasi untuk menjalankan nya adalah Trmux dan Qeditor



Rabu, 27 November 2019

UTS Sistem Operasi linux

M.Zidan Ardiansyah
⇒1
  Buatlah 1 buah folder dengan nama "UTS_NIM",
    mkdir UTS_1802081
Buatlah 3 buah folder didalam folder UTS_NIM dengan nama "I", "Yamaha", dan "wuling,
    mkdir UTS_18020081
    mkdir UTS_1802004/Yamaha
    mkdir UTS_1802004/Wuling

Buat folder "Yamaha" didalam folder "I",
    mkdir UTS_1802081/I/Yamha

Buat Folder "I" didalam folder "Wuling",
    mkdir UTS_1802081/Wuling/I

Buatlah folder "Suzuki" didalam folder "Wuling",
    mkdir UTS_1802081/Wuling/Yamaha

Buatlah 1 buah file dengan nama myfile.txt didalam folder UTS_NIM/Wuling/Yamaha isi dengan kalimat berikut : NIM Dan Nama.
    touch UTS_1802081/Wuling/Yamaha/myfile.txt
    cat > UTS_1802081/Wuling/Yamaha/myfile.txt
    NIM : 1802081
    Nama: M.Zidan Ardiansyah
⇒ 2
     Pindahkan file myfile.txt kedalam folder UTS_NIM/Yamaha,
    mv UTS_1802081Wuling/Yamaha/myfile.txt UTS_1802081/Yamaha

Rename folder UTS_NIM/Yamaha/I Menjadi "We",
    mv UTS_1802081/Yamaha/I UTS_1802081/Yamaha/We

Pindahkan folder "Yamaha" yang berada dalam folder "UTS_NIM" ke dalam folder UTS_NIM/I/Yamaha,
    mv UTS_1802004/Yamaha UTS_1802081/I/Yamaha

Kemudian ubah hak akses myfile.txt menjadi -RW---X-W- dengan letter coding system,
    cd UTS_1802081/Yamaha
    sudo chmod a-rwx myfile.txt
    chmod u+rw myfile.txt
    chmod g+x myfile.txt
    chmod o+w myfile.txt

Setelah itu copy myfile.txt ke dalam folder "UTS_NIM",
    cp -r myfile.txt UTS_1802081

copykan folder UTS_NIM/I/Wuling/Wuling/Yamaha ke dalam folder UTS_NIM/Yamaha
    cd ~
    cp -r UTS_1802081/Wuling/Wuling/Yamaha UTS_1802081
⇒ 3
  Rename file /UTS_NIM/myfile.txt menjadi programku.txt,
    mv UTS_1802081/myfile.txt UTS_1802081rogramku.txt

Kemudian copykan file myfile.txt ke dalam folder /UTS_NIM/I/Wuling,
    cp -r UTS_1802081/Yamaha/myfile.txt UTS_1802081/I/Wuling

Dan setelah itu pindahkan  folder /UTS_NIM/I/Wuling/Wuling ke dalam folder /UTS_NIM,
    mv UTS_1802081/Wuling/Wuling UTS_1802081

Pindahkan file programku.txt ke dalam folder /UTS_NIM/Yamaha/Yamaha
    mv UTS_1802081/programku.txt UTS_1802081/Yamaha/Yamaha

Dan rename nama folder /UTS_NIM/I/Yamaha menjadi honda,
    mv UTS_1802081/Yamaha UTS_1802081/Honda

kemudian pindahkan folder /UTS_NIM/Yamaha/Yamaha kedalam folder /UTS_NIM/Wuling,
    mv UTS_1802081/Yamaha/Yamaha UTS_1802081/Wuling

Setelah itu copykan file programku.txt kedalam folder /UTS_NIM/Yamaha/.
    cp -r UTS_1802081/Yamaha/Yamaha/programku.txt UTS_1802081/Yamaha

Dan terakhir copykan folder file /UTS_NIM/I/Honda/myfile.txt kedalam folder /UTS_NIM/Yamaha/We
    cp -r UTS_1802081/Honda/myfile.txt UTS_1802081/Yamaha/We

Rabu, 02 Oktober 2019

Terminal



Terminal

Bekerja dengan baris perintah bukanlah tugas yang menakutkan seperti yang anda bayangkan. Tidak diperlukan pengetahuan khusus untuk mengetahui bagaimana menggunakan baris perintah, ini program biasa seperti program-program yang lainnya. Semua tugas di Linux dapat diselesaikan menggunakan baris perintah, meskipun sudah ada tool-tool berbasis grafik untuk kebanyakn program, tetapi kadangkala itu semua belumlah mencukupi. Disinilah baris perintah akan menolong anda.
Terminal sering disebut command prompt atau shell. Di masa lalu, ini adalah cara pengguna untuk berinteraksi dengan komputer, namun pengguna Linux merasakan dengan menggunakan shell ia dapat mengeksekusi perintah dengan lebih cepat dibandingkan dengan cara grafis dan masih sangat berguna hingga saat. Kali ini anda akan mempelajari bagaimana menggunakan terminal.
Kegunaan awal dari terminal adalah sebagai peramban berkas dan kenyataannya masih digunakan sebagai peramban berkas. Anda dapat menggunakan terminal sebagai peramban berkas untuk melayari berkas anda dan membatalkan perubahan yang telah dibuat.

Memulai Terminal

Konsole dapat dimulai dengan memilih K-menu->System->Konsole (Terminal Program) dari sistem menu Destop.

Perintah Umum

Lihat Direktori: -ls
Perintah ls (LiSt) senarai berkas dalam warna berbeda dengan teks berformat penuh.
Membuat Direktori: - mkdir (nama direktori)
Perintah mkdir (MaKeDIRectory) akan membuat sebuah direktori.
Pindah Direktori: - cd (/direktori/lokasi)
Perintah cd (ChangeDirectory) akan mengubah dari direktori anda sekarang ke direktori yang anda tentukan.
Salin Berkas/Direktori: - cp (nama berkas atau direktori) (ke direktori atau nama berkas)
Perintah cp (CoPy) akan menyalin setiap berkas yang anda tentukan. Perintah cp -r akan menyalin setiap direktori yang anda tentukan.
Hapus Berkas/Direktori: - rm (nama berkas atau direktori)
Perintah rm (ReMove) akan menghapus file apapun yang telah anda tentukan sebelumnya. Perintah rm -r akan menghapus direktori apapun yang telah ditentukan sebelumnya, termasuk semua isinya.
Pindahkan/Rename File/Direktori: - mv (nama file atau direktori)
Perintah mv (MoVe) akan mengganti nama/memindahkan setiap berkas atau direktori yang anda tentukan.
Cari Berkas/Direktori: - locate (nama berkas atau direktori)
Perintah locate akan mencari komputer anda untuk setiap nama berkas yang anda tentukan. Dia menggunakan indeks dari berkas dalam sistem anda untuk bekerja dengan cepat: untuk memutakhirkan indeks ini jalankan perintah updatedb. Perintah ini berjalan otomatis setiap hari, jika anda meninggalkan hidup komputer anda. Harus dijalankan dengan hak istimewa pengelolaan (lihat “Root Dan Sudo”).
Anda juga dapat menggunakan wildcard untuk mencocokkan satu atau lebih berkas, seperti "*" (untuk semua berkas) atau "?" (untuk mencocokkan satu karakter).

Pindah ke mode Konsol

The usual method of command-line access in Kubuntu is to start a terminal (see “Memulai Terminal” above) , however sometimes it is useful to switch to the real console:
  1. Gunakan tombol jalur pintas Ctrl-Alt-F1 untuk pindah ke konsol pertama
  2. Untuk kembali ke mode Destop, gunakan tombol jalur pintas Ctrl-Alt-F7.

Catatan

Ada enam konsol yang tersedia. Tiap konsol dapat diakses dengan tombol jalur pintas Ctrl-Alt-F1 hingga Ctrl-Alt-F6.

Mematikan suara tit pada mode Terminal

  1. Mulai sesi Konsole, pilih: K-menu->System->Konsole (Terminal Program) dari sistem menu destop.
  2. Penataan->Bel->Tidak ada


    Dalam Postingan ini Menjelaskan Perintah-perintah Umum Terminal Terimaksih Sudah Membaca :)

     

Rabu, 18 September 2019

Cara Penginstalan Linux Debian

Persiapan
Langkah pertama adalah kita unduh instalasi Debian 7 (Wheezy). Saya pribadi lebih memilih menggunakan versi iso standard. Silahkan download, sesuaikan dengan jenis server/pc anda, apakah 64 bit atau 32 bit. Jika server/pc anda support 64 bit, sangat disarankan install versi 64 bit.
Untuk pilihan versi iso lainnya, silahkan anda lihat dan unduh disini.
Setelah selesai mengunduh, silahkan burn ke CD jika anda berencana melakukan instalasi menggunakan CD. Atau buat USB instaler menggunakan Rufus atau aplikasi pembuat USB instaler lainnya, jika anda berencana instal via Flashdisk. Jika anda berencana instal di mesin virtual, anda tidak perlu melakukan apa-apa, skip langsung ke proses instalasi.

Instalasi

Pertama, atur BIOS agar booting pertama melalui CD atau USB, sesuaikan dengan jenis media instalasi yang anda pilih. Start server/pc, dan akan muncul tampilan seperti dibawah ini:
debian-langkah-1
Pilih “Install” untuk memulai instalasi Linux Debian 7 (Wheezy).
debian-langkah-2
Pilih bahasa yang ingin anda gunakan untuk instalasi Debian 7 ini. Saya memilih English, jika ingin anda bisa memilih Bahasa Indonesia.
debian-langkah-3-pilih-lokasi-other
Selanjutnya pilih negara lokasi kita instal Debian 7, ini untuk memudahkan pengaturan waktu (jam, hari dan tanggal) serta agar pada saat setting repositori, kita bisa memilih lokasi terdekat. Karena kita di Indonesia, otomatis kita akan memilih Indonesia. Karena Indonesia tidak ada di list, kita pilih “Other”, kemudian pilih “Asia”, dan pilih “Indonesia”.
debian-langkah-4-setting-locale
Untuk setting locale, kita pilih “United States”.
debian-langkah-5-keyboard
Untuk pengaturan keymap keyboard, saya pilih “American Keyboard” agar prosesnya lebih cepat saja :D Anda bisa pilih keymap lainnya jika mau.
network-1
Selanjutnya kita memasuki proses pengaturan networking. Jika jaringan anda menggunakan DHCP Server, maka anda bisa skip langsung ke pengaturan hostname dibawah. Jika anda tidak menggunakan DHCP Server, anda wajib menyetting manual alamat IP, netmask, gateway & DNS servernya.
Pilih “Configure network manually” untuk memulai setting networking di mesin Debian 7 ini.
network-2
Pada kolom IP Address, masukkan alamat IP yang akan anda gunakan. Sebagai contoh, disini saya menggunakan alamat IP 192.168.0.102.
network-3
Untuk kolom Netmask, masukkan netmask jaringan anda. Jika tidak tahu atau ragu, silahkan tanyakan ke admin jaringan anda. Disini saya mengguankan netmask 255.255.255.0.
network-4
Isi gateway jaringan anda.
network-5
Kemudian masukkan DNS Server yang ingin anda pakai. Anda bisa menggunakan local DNS server, atau external DNS server seperti Google Public DNS & OpenDNS.
debian-langkah-6-setting-hostname
Hostname bisa dibilang semacam label, yang digunakan untuk menamai server/pc. Masukkan hostname sesuai keinginan anda.
debian-langkah-7-setting-domain-name
Jika mesin Debian 7 ini anda gunakan untuk server online, anda bisa memasukkan nama domain agar bisa diakses. Tetapi jika server berada di intranet (jaringan lokal), anda bisa memasukkan nama sembarang.
debian-langkah-7-password-root
Selanjutnya silahkan masukkan password untuk root (administrator). Gunakan password yang kuat & tidak mudah ditebak. Anda bisa menggunakan kombinasi huruf, angka, huruf besar atau kecil, dan karakter khusus.
debian-langkah-9-ulaingi-password-root
Masukkan ulang password untuk root yang sebelumnya anda masukkan.
debian-langkah-11-setting-nama-pengguna
Selanjutnya adalah membuat user biasa, agar pada saat kita bekerja di mesin ini, tidak selalu login sebagai root (administrator). Root hanya digunakan pada momen-momen tertentu saja, semisal instal software, melakukan konfigurasi, dll. Dengan bekerja sebagai user biasa, mesin Debian 7 kita akan lebih aman dari hal-hal yang tidak diinginkan. Masukkan nama lengkap user yang akan memakai mesin Debian 7 ini.
debian-langkah-10-setting-nama-pengguna-2
Kemudian masukkan username yang diinginkan untuk user baru.
debian-langkah-12-setting-password-pengguna
Dan masukkan password untuk user baru ini.
debian-langkah-13-pilih-zona-waktu
Selanjutnya pilih zona waktu sesuai wilayah anda. Karena saya di Surabaya (WIB/Waktu Indonesia Bagian Barat), maka saya pilih “Western (Sumatera, Jakarta, Java, West and Central Kalimantan)”.
debian-langkah-14-partisi
Langkah selanjutnya adalah membuat partisi pada hardisk. Pada pilihan “Partitioning method”, pilih “Guided – Use entire disk”. Pada pilihan ini disk akan diformat, seluruh isi disk akan dihapus, dan secara otomatis akan dibuatkan partisi.
Anda bisa memilih “Guided – Use entire disk and set up LVM” jika ingin menggunakan Logical Volume Manager (LVM) agar nantinya bisa di resize partisinya. Atau “Guided – Use entire disk and set up encrypted LVM” jika ingin menggunakan partisi LVM yang di enkripsi untuk menambah keamanan data. Atau jika anda pengguna tingkat lanjut, bisa memilih “Manual” agar bisa mengatur partisi sesuai keinginan.
debian-langkah-15-pilih-disk
Pilih disk yang ingin anda gunakan untuk sistem Debian 7.
debian-langkah-16-partisi-disk
Pada pilihan skema partisi, silahkan pilih “All files in one partition”. Jika anda ingin memisahkan folder /home pada partisi tersendiri, silahkan pilih “Separate /home partition”. Atau jika anda ingin menambah keamanan sistem, bisa memisahkan folder /home, /usr, /var dan /tmp pada partisi tersendiri, silahkan pilih “Separate /home, /usr, /var and /tmp partitions”.
Jika anda adalah pengguna baru di sistem Linux, saya sarankan pilih opsi pertama saja.
debian-langkah-17-review-partisi-disk
Review skema partisi yang anda pilih sebelumnya. Jika sudah ok, pilih “Finish partitioning and write changes to disk”. Jika perlu merubah, pilih “Undo changes to partitions” dan pilih kembali skema partisi yang diinginkan.
debian-langkah-18-konfirmasi-partisi
Konfirmasi skema partisi dengan pilih Yes dan enter. Ingat, pada langkah ini tidak bisa dibatalkan.
debian-langkah-19-network-mirror
Selanjutnya kita melakukan konfigurasi package manager agar menggunakan repository server terdekat dengan mesin Debian 7 kita. Semakin dekat, maka semakin cepat proses update, upgrade atau install software. Pilih “Yes” untuk memulai.
debian-langkah-20-network-mirror-country
Karena lokasi mesin Debian 7 saya di Surabaya, maka saya pilih mirror “Indonesia”.
debian-langkah-21-pilih-mirror
Silahkan pilih salah satu mirror server yang ingin anda gunakan.
debian-langkah-22-proxy
Jika mesin Debian 7 anda mengharuskan menggunakan proxy server untuk terkoneksi ke Internet, silahkan masukkan alamat IP proxy server tersebut, port, username & passwordnya. Jika tidak menggunakan proxy server, kosongkan saja, dan pilih “Continue”.
debian-langkah-23-grub
Pada pilihan instalasi GRUB Loader, pilih “Yes”.
debian-langkah-24-finish
Proses instalasi Linux Debian 7 (Wheezy) selesai. Pilih “Continue” untuk merestart mesin Debian 7 ini. Jangan lupa untuk mengeluarkan CD/mencabut USB installer, agar bisa booting via hardisk.
debian-langkah-25-login
Langkah terakhir adalah login ke mesin Debian 7 yang baru anda instal, dan masukan perintah:
apt-get update && apt-get upgrade
Perintah ini untuk mendapatkan update terbaru, baik security maupun software.
NOTE: Secara default, ssh server tidak terinstal. Agar bisa anda remote menggunakan SSH, silahkan instal dahulu ssh server dengan perintah:
apt-get install ssh
Demikian , semoga bermanfaat bagi anda. Jika ada pertanyaan, silahkan posting di kolom komentar dibawah ini.

sumber : https://tuts.web.id/tutorial-cara-instal-linux-debian-7-wheezy/

Terimakasih


 

Distro dan Turunan Linux



Linux

Linux (atau GNU/Linux, lihat kontroversi penamaannya) adalah nama yang diberikan kepada kumpulan sistem operasi Mirip-Unix yang menggunakan Kernel Linux sebagai kernelnya. Linux merupakan proyek perangkat lunak bebas dan sumber terbuka terbesar di dunia.[1] Seperti perangkat lunak bebas dan sumber terbuka lainnya pada umumnya, kode sumber Linux dapat dimodifikasi, digunakan dan didistribusikan kembali secara bebas oleh siapa saja.[2]
Linux telah lama dikenal sebagai sistem yang fleksibel dan aman untuk penggunaan di peladen-peladen serta banyak didukung oleh perusahan-perusahaan komputer terkenal seperti Intel, Dell, Hewlett-Packard, IBM, Novell, Oracle Corporation, Red Hat, dan Sun Microsystems. Linux digunakan sebagai sistem operasi di berbagai macam jenis perangkat keras komputer, termasuk komputer desktop, superkomputer,[3], dan sistem benam seperti pembaca buku elektronik, sistem permainan video (PlayStation 2, PlayStation 3 dan XBox[4]), telepon pintar berbasis Android dan router.
Berbagai pengamat teknologi informasi menganggaap bahwa kesuksesan Linux dikarenakan distribusi Linux tidak bergantung pada vendor, biaya operasional yang rendah, dan kompatibilitas yang tinggi dibandingkan sistem operasi Unix tak bebas, serta faktor keamanan dan kestabilannya yang tinggi dibandingkan dengan sistem operasi lainnya seperti Microsoft Windows. Ciri-ciri ini juga menjadi bukti atas keunggulan model perangkat lunak sumber terbuka.
Dalam Linux, dikenal istilah distribusi Linux (atau sering disebut distro Linux). Mereka merupakan sistem-sistem operasi Linux yang dasarnya dari Kernel Linux dan sistem manajemen paket (biasanya). Contoh dari distro Linux seperti: Debian GNU/Linux, Ubuntu, Linux Mint, Red Hat Enterprise Linux, Fedora, CentOS, dll.

Contoh-Contoh Distro Linux

1.Ubuntu

Ubuntu ditawarkan dalam tiga edisi resmi: Ubuntu Desktop[10] untuk komputer pribadi, Ubuntu Server untuk server[11] dan komputasi awan,[12] dan Ubuntu Core[13] untuk "Internet untuk Segala",[14] perangkat kecil dan robot.[15][16] Versi baru Ubuntu dengan dukungan standar dirilis tujuh bulan sekali, sementara untuk versi dukungan jangka-panjang (LTS) dirilis dua tahun sekali.[17][18][19] Rilis terbaru Ubuntu dengan dukungan standar adalah 18.10 (Cosmic Cuttlefish) sementara untuk versi LTS adalah 18.04 (Bionic Beaver), yang mendapat tambahan jangka waktu dukungan hingga 10 tahun,[20] tidak seperti versi LTS lain yang mendapat dukungan hingga lima tahun saja.
Nama Ubuntu berasal dari filosofi dari Afrika Selatan yang berarti "kemanusiaan kepada sesama"[21] Proyek Ubuntu resmi disponsori oleh Canonical Ltd. yang merupakan sebuah perusahaan yang dimiliki oleh pengusaha Afrika Selatan Mark Shuttleworth. Tujuan dari distribusi Linux Ubuntu adalah membawa semangat yang terkandung di dalam filosofi Ubuntu ke dalam dunia perangkat lunak. Ubuntu adalah sistem operasi lengkap berbasis Linux, tersedia secara bebas, dan mempunyai dukungan baik yang berasal dari komunitas maupun tenaga ahli profesional.
Ubuntu adalah sistem operasi populer untuk komputasi awan, dan dijadikan sistem operasi rujukan bagi OpenStack.[22][23]


2.suSE
Sejarah lahirnya openSUSE bermula pada awal tahun 1990-an di mana Linux masih berukuran 50 keping disket dan dapat diunduh melalui internet. Pada saat itu pengguna yang memiliki koneksi internet masih sangat sedikit. Kemudian pada tanggal 2 September 1992, S.u.S.E GmbH didirikan di Jerman dan mulai menjual disket Linux. Pada tahun 1994, perusahaan ini mengeluarkan distribusi Linux pertamanya dalam bentuk CD yang bernama SuSE Linux 1.0. SuSE Linux 1.0 merupakan distribusi turunan Slackware dengan terjemahan Bahasa Jerman.
Untuk membangun distribusi Linux yang berdiri sendiri, SuSE menggunakan jurix sebagai dasar pengembangan[4]. jurix merupakan distribusi Linux dikembangkan oleh Florian La Roche[5], kemudian dia bergabung dengan tim SuSE dan mulai mengambangkan YaST, alat untuk menginstal dan konfigurasi yang nantinya menjadi titik pusat distribusi SuSE.
Pada bulan Mei 1996, S.u.S.E GmbH merilis distribusi SuSE Linux yang berdiri sendiri dengan nomor versi 4.2. Versi kali ini untuk pertama kalinya menggunakan YaST sebagai alat instalasi dan konfigurasi sistem. SuSE Linux 4.2 didistribusikan ke dalam 3 buah CD dan disertai sebuah Live-Filesystem.
SuSE Linux 5.0 mulai mengadopsi format RPM dari Red Hat Linux, tetapi format TGZ masih didukung[6]. SuSE Linux menjadi distribusi Linux terbesar di Jerman. Pengguna professional di pasar Linux menuntut produk yang sesuai, maka mulai versi 5 ditawarkan juga produk SuSE Business Linux yang memiliki dukungan pembaruan yang panjang dan beragam paket pelatihan. Konsep ini nantinya yang akan diterapkan pada SUSE Linux Enterprise Server (SLES).
Suse Linux yang sampai pada versi itu hanya mendukung platform Intel i386, kemudian di versi 6.1 mulai mendukung platform DEC, Alpha AXP dan platform PowerPC mulai didukung pada versi 6.3. Pada perkembangan berikutnya tersedia juga versi SuSE Linux untuk sistem AMD Athlon 64, Intel Itanium dan IBM 390 (Z-Series).
Mulai versi 7.0 sampai dengan 9.1 tersedia dua versi Suse Linux: Personal dan Professional. Di samping itu tersedia juga versi bagi pelajar. Paket pembaruan dengan harga yang pantas untuk versi Professional juga tersedia tanpa cetakan buku pedoman administrasi. Pada 4 November 2003, Novell mengumumkan bahwa mereka akan mengakuisisi SuSE.[7] Akuisisi ini diselesaikan pada Januari 2004.[8] SuSE 9.1 merupakan versi pertama di bawah Novell. Salah satu perubahan yang terjadi adalah mulai Juni 2004, di samping instalasi melalui FTP, CD untuk instalasi dasar tersedia di internet. Juga pada edisi Professional dipasarkan dengan keping DVD kedua yang berisi perangkat lunak untuk sistem 64-Bit (AMD64 dan Intel 64) (versi 64-Bit SuSE 9.0 dijual terpisah). Pada April 2004 YaST ditempatkan di bawah Lisensi Publik Umum GNU. Pada 4 Agustus 2005, juru bicara dan direktur hubungan masyarakat Bruce Lowry mengumumkan bahwa pengembangan SUSE Professional akan lebih terbuka dan bersama dalam proyek komunitas openSUSE berupaya meraih perhatian yang lebih luas dari pengguna dan pengembang . Lebih terbuka dengan memungkinkan pengguna dan pengembang untuk menguji dan membantu mengembangkannya. Sebelumnya segala pengembangan dilakukan hanya oleh SUSE dan versi 10.0 adalah versi pertama dengan pengujian beta oleh publik. Sebagai bagian dari perubahan, akses ke Server-YaST menjadi pelengkap bagi pengguna SUSE Linux.
Maskot dari SUSE secara umum dikenali sebagai gecko (tokek) dan disebut sebagai Geeko, tetapi sebenarnya adalah seekor kameleon (Chamaeleonidae).

 3. Fedora
Fedora Linux) adalah sebuah distro Linux berbasis RPM dan yum yang dikembangkan oleh Fedora Project yang didukung oleh komunitas pemrogram serta disponsori oleh Red Hat. Nama Fedora berasal dari karakter fedora yang digunakan di logo Red Hat. Pada rilis 1 sampai 6 distro ini bernama Fedora Core yang kemudian berubah menjadi Fedora pada rilis ke-7. Fedora dikenal di dunia Linux sebagai sebuah distro yang menjadi pioneer dalam penggunaan teknologi terkini dan merupakan distro yang digunakan oleh Linus Torvalds.[5] Salah satu visi utama Fedora tidak hanya mengandung software dibawah lisensi software open source dan gratis, tetapi juga menjadi teknologi yang mutakhir.[6][7] Pengembang fedora lebih membuat perubahan yang signifikan daripada hanya memperbaiki khususnya untuk bahwa update Fedora dapat digunakan oleh semua Linux.[8]
Dibandingkan dengan kebanyakan sistem operasi Non-Linux, Fedora memiliki siklus kehidupan yang singkat. Versi X dipertahankan hanya satu bulan sampai versi X+2 diluncurkan. Dengan hanya 6 bulan selisih, dan periode perawatan hanya 13 bulan setiap versinya..[9] Ini dapat membawa permasalahan yang mungkin menggunakan versi Fedora tertentu untuk pengembangan produknya (ex, embedded systems) di mana dukungan jangka panjang lebih penting daripada memelihara software revisi termukhtakir.
Pada tahun 2008, Linus Torvalds, pemilik dari Linux kernel, mengatakan bahwa dia menggunakan Fedora karena Fedora memiliki dukungan yang cukup bagus untuk arsitektur prosesor PowerPC, yang dia rasakan setiap waktu.[10]
Menurut DistroWatch, Fedora adalah sistem operasi ketiga yang paling populer di bulan Juni 2011, di belakang Ubuntu dan Mint, dan menjadi distribusi linux RPM yang paling populer.[11] Bagi Red Hat, Fedora merupakan ajang percobaan utuk menghasilkan distro Red Hat Enterprise Linux (RHEL) yang stabil, rilis-rilis RHEL dikembangkan dari versi Fedora.[12]
Nama Fedora berasal dari Fedora Linux, proyek sukarela yang mengembangkan perangkat lunak tambahan untuk distro Red Hat Linux, dan dari karakteristik fedora (topi kulit) yang digunakan dalam logo Red Hat ("Shadowman"). Fedora Linux akhirnya diserap ke dalam Fedora Project.[13] Fedora adalah merek dagang dari Red Hat, walaupun hal ini pernah disengketakan oleh para pencipta repositori perangkat lunak Fedora, namun masalahnya telah diselesaikan.[14]

4. Mandriva
Mandriva Linux (dahulu dikenal dengan nama Mandrakelinux atau Mandrake Linux) adalah sistem operasi yang dibuat oleh Mandriva (dahulu dikenal dengan nama Mandrakesoft). Mandriva Linux menggunakan RPM Package Manager.Pertama kali dirilis berbasis Redhat Linux (versi 5.1) dan KDE (versi 1.0) pada 23 Juli 1998.
Dari awal hingga versi 8.0, Mandrake menamai produk utamanya dengan Linux Mandrake. Sedang versi 8.1 sampai 9.2 dinamai Mandrake Linux
Pada bulan Februari 2004, Mandrakesoft kalah dalam suatu kasus di pengadilan terhadap Hearst Corporation, pemilik King Features Syndicate. Hearst menuduh MandrakeSoft melanggar hak cipta karakter King Features bernama 'Mandrake the Magician'. Sebagai tindakan pencegahan, Mandrakesoft mengganti nama produknya dengan menghilangkan spasi antara merek dan nama produk serta mengubah huruf pertama dari nama produk menjadi huruf kecil, sehingga menjadi satu kata. Mulai dari versi 10.0, Mandrake Linux dikenal sebagai Mandrakelinux, demikian pula logonya.
Pada bulan April 2005 Mandrakesoft mengakuisisi Conectiva, sebuah perusahaan Brasil yang menghasilkan distribusi linux berbahasa Portugis (Brasil) dan Spanyol di Amerika Latin. Akibat akuisisi ini dan sengketa hukum dengan Hearst Corporation, Mandrakesoft mengumumkan nama perusahaan menjadi Mandriva, dan bahwa Mandriva Linux akan menjadi nama baru bagi produk-produknya.[4]


5.Slackware
Slackware merupakan distribusi Linux yang dibuat oleh Patrick Volkerding. Slackware merupakan salah satu distro Linux awal, dan merupakan yang tertua yang masih dikelola. Tujuan utama Slackware adalah stabilitas dan kemudahan desain, serta menjadi distribusi Linux yang paling mirip Unix.[1]
 Nama "Slackware" berasal dari fakta bahwa distribusi ini dimulai sebagai sebuah proyek pihak swasta tanpa komitmen apa-apa. Untuk mencegah proyek ini menjadi terlalu serius pada awalnya, Volkerding memberi nama yang lucu itu, yang kemudian tetap bertahan bahkan setelah Slackware menjadi proyek serius.[2] Kata "Slack" (kendor) di Slackware merujuk pada istilah "Slack" seperti yang digunakan oleh Gereja para SubGenius.[3]
Slackware pada awalnya merupakan turunan dari Softlanding Linux System, yang paling populer dari distribusi Linux asli. SLS mendominasi pasar sampai para pengembang membuat keputusan untuk mengganti format executable-nya dari a.out ke ELF. Ini bukan keputusan yang populer di kalangan basis pengguna SLS pada saat itu. Patrick Volkerding meluncurkan versi modifikasi dari SLS, yang dia beri nama Slackware.[4] Rilis pertama Slackware, 1.00, diluncurkan pada tanggal 16 Juli 1993.[5] Berupa sebuah citra 3½" floppy disk yang tersedia melalui FTP.
Pada tahun 1999, Slackware berkali-kali dirilis, mulai dari rilis nomor 4 sampai 7. Hal ini dijelaskan oleh Patrick Volkerding sebagai upaya pemasaran untuk menunjukkan bahwa Slackware adalah sebuah distro Linux yang up-to-date sebagaimana distro-distro lainnya, yang kala itu banyak yang telah melepas nomor 6 (seperti Red Hat yang merilis setiap revisi dari distribusinya dengan kenaikan dari 4.1 ke 5.0 bukan 3.1 ke 3.2 sebagaimana Slackware).[6] Slackware memang memiliki beberapa rilis Beta dalam rentang 6.x, tetapi hal ini tidak dihitung sebagai rilis resmi.
Pada tahun 2005, lingkungan desktop GNOME telah dihapus dari rilis yang akan diluncurkan, dan diserahkan kepada dukungan komunitasnya.[7] Penyingkiran GNOME dianggap oleh sebagian komunitas Linux sebagai tindakan yang menggemparkan karena lingkungan desktop tersebut banyak digunakan di distro-distro Linux. Sebagai balasan, beberapa proyek berbasis komunitas mulai menawarkan distribusi GNOME lengkap untuk Slackware.

 6. Debian
Debian (/[unsupported input]ˈdɛbiən/) adalah sistem operasi komputer yang tersusun dari paket-paket perangkat lunak yang dirilis sebagai perangkat lunak bebas dan terbuka dengan lisensi mayoritas GNU General Public License dan lisensi perangkat lunak bebas lainnya. Debian GNU/Linux memuat perkakas sistem operasi GNU dan kernel Linux merupakan distribusi Linux yang popmuler dan berpengaruh. Debian didistribusikan dengan akses ke repositori dengan ribuan paket perangkat lunak yang siap untuk instalasi dan digunakan.
Debian terkenal dengan sikap tegas pada filosofi dari Unix dan perangkat lunak bebas. Debian dapat digunakan pada beragam perangkat keras, mulai dari komputer jinjing dan desktop hingga telepon dan server. Debian fokus pada kestabilan dan keamanan. Debian banyak digunakan sebagai basis dari banyak distribusi GNU/Linux lainnya.
Sistem operasi Debian merupakan gabungan dari perangkat lunak yang dikembangkan dengan lisensi GNU, dan utamanya menggunakan kernel Linux, sehingga populer dengan nama Debian GNU/Linux. Sistem operasi Debian yang menggunakan kernel Linux merupakan salah satu distro Linux yang populer dengan kestabilannya. Dengan memperhitungkan distro berbasis Debian, seperti Ubuntu, Xubuntu, Knoppix, Mint, dan sebagainya, maka Debian merupakan distro Linux yang paling banyak digunakan di dunia.[3]

7. PClinux

  PCLinuxOS, sering disingkat sebagai PCLOS, adalah sebuah sistem operasi desktop. Ini adalah sebuah sistem operasi bebas untuk komputer pribadi yang bertujuan untuk memudahkan penggunaan.
PCLinuxOS dimulai dari satu set paket RPM yang dibuat untuk meningkatkan versi-versi Linux Mandrake (sekarang Mandriva Linux). Paket-paket ini diciptakan oleh Bill Reynolds, packager (pembuat paket) yang lebih dikenal sebagai Texstar.[1] Dari tahun 2000 hingga 2003, Texstar mengelola repositori dari paket RPM secara paralel dengan situs web PCLinuxOnline. Dalam sebuah wawancara, Reynolds berkata bahwa dia memulai PCLinuxOS "untuk menyediakan jalan keluar untuk menyalurkan keinginan gila(nya) dalam membuat paket kode sumber (source code) tanpa harus berurusan dengan ego, kesombongan dan politik." [2]
Pada tahun 2003 Texstar membuat turunan dari Linux Mandrake 9,2 (yang diluncurkan pada bulan Oktober 2003). Setelah bekerjasama dalam proyek Live CD Mandrake, Texstar mengembangkan secara mandiri turunan tersebut menjadi distribusi penuh. Awal rilis dinomori berturut-turut sebagai "pra pertunjukan" (preview) yaitu p5, p7, P8 hingga p81a, kemudian P9, p91, p92, dan p93.
Tahun 2007, dengan munculnya PCLinuxOS 2007, PCLinuxOS mengganti basisnya ke Mandriva Linux 2007. Ini berarti perubahan ke arah kode program yang lebih modern sehingga versi ini memerlukan perombakan menyeluruh. Versi baru ini menampilkan tampilan baru, dan efek 3D di dalamnya. Sebuah logo baru juga telah dirancang, dan digabungkan di layar boot. Layar login yang baru juga dirancang, berjudul "Dark" (gelap). PCLinuxOS 2007 ini dirilis pada 21 Mei 2007.
Tahun 2008 dirilis PCLinuxOS MiniMe 2008. MiniMe adalah sebuah "Live & Install" CD minimal untuk pengguna berpengalaman yang ingin menambahkan sendiri pilihan paket. PCLinuxOS 2008 edisi "MiniMe" dirilis pada 07 Januari 2008.[3]

8. Knoppix
PCLinuxOS dimulai dari satu set paket RPM yang dibuat untuk meningkatkan versi-versi Linux Mandrake (sekarang Mandriva Linux). Paket-paket ini diciptakan oleh Bill Reynolds, packager (pembuat paket) yang lebih dikenal sebagai Texstar.[1] Dari tahun 2000 hingga 2003, Texstar mengelola repositori dari paket RPM secara paralel dengan situs web PCLinuxOnline. Dalam sebuah wawancara, Reynolds berkata bahwa dia memulai PCLinuxOS "untuk menyediakan jalan keluar untuk menyalurkan keinginan gila(nya) dalam membuat paket kode sumber (source code) tanpa harus berurusan dengan ego, kesombongan dan politik." [2]
Pada tahun 2003 Texstar membuat turunan dari Linux Mandrake 9,2 (yang diluncurkan pada bulan Oktober 2003). Setelah bekerjasama dalam proyek Live CD Mandrake, Texstar mengembangkan secara mandiri turunan tersebut menjadi distribusi penuh. Awal rilis dinomori berturut-turut sebagai "pra pertunjukan" (preview) yaitu p5, p7, P8 hingga p81a, kemudian P9, p91, p92, dan p93.
Tahun 2007, dengan munculnya PCLinuxOS 2007, PCLinuxOS mengganti basisnya ke Mandriva Linux 2007. Ini berarti perubahan ke arah kode program yang lebih modern sehingga versi ini memerlukan perombakan menyeluruh. Versi baru ini menampilkan tampilan baru, dan efek 3D di dalamnya. Sebuah logo baru juga telah dirancang, dan digabungkan di layar boot. Layar login yang baru juga dirancang, berjudul "Dark" (gelap). PCLinuxOS 2007 ini dirilis pada 21 Mei 2007.
Tahun 2008 dirilis PCLinuxOS MiniMe 2008. MiniMe adalah sebuah "Live & Install" CD minimal untuk pengguna berpengalaman yang ingin menambahkan sendiri pilihan paket. PCLinuxOS 2008 edisi "MiniMe" dirilis pada 07 Januari 2008.[3]

7. Xandros
Xandros mengacu pada nama distro Linux dan perusahaan (Xandros Corporation) yang membuatnya. Xandros Linux adalah sebuah distro Linux yang berdasarkan pada sistem KDE. Saat ini, Xandros telah mencapai versi 4. Nama Xandros diambil dari gabungan X Window System dan pulau Andros di Yunani.[1] Didirikan bulan Mei 2001 oleh Linux Global Partners,[2] perusahaan ini berkantor pusat di kota New York, Amerika Serikat.
Distronya merupakan pengembangan dari Corel Linux, yang berbasis Debian, yang diakuisisi dari Corel Corporation pada bulan Agustus 2001 setelah Corel memutuskan meninggalkan pemasaran distro Linux.[3] Xandros adalah salah satu pendiri Desktop Linux Consortium dan anggota Interop Vendor Alliance.[4] Tampilannya sangat mirip dengan Microsoft Windows, jadi mudah dan nyaman dioperasikan terutama bagi para pemula.
Pada bulan Juli 2007, Xandros membeli Scalix, produk email dan kolaborasi Linux berbasis HP OpenMail.[5][6]. Pada bulan Juli 2008, Xandros mengakuisisi Linspire.

10. Sabayon
Sabayon Linux atau Sabayon (sebelumnya bernama RR4 Linux dan R64 Linux) adalah distribusi Linux berbasis Gentoo yang dibuat oleh Fabio Erculiani dan Tim Pengembang Sabayon. Sabayon memiliki filosofi "Out of the box" dengan menyertakan berbagai jenis aplikasi yang sudah dikonfigurasi dan siap pakai untuk para pengguna sehingga bisa siap untuk digunakan. Nama Sabayon diambil dari salah satu hidangan Italia, Zabaione.[3]
Sabayon didesain dengan antarmuka yang mudah, sistem deteksi perangkat keras yang baik dan koleksi perangkat lunak mutakhir terpasang secara bawaan; dengan berbagai tambahan yang bisa dipasang melalui gudang perangkat lunak yang tersedia. Sabayon tersedia baik untuk arsitektur komputer x86 (32-bit) dan AMD64 (64-bit). Terdapat versi SpinBase yang datang tanpa antarmuka grafis X server, dengan sistem yang ringan dan cepat serta cocok untuk di-kustomisasi.  
Sejak versi 4.1, Sabayon secara prinsip dirilis dalam dua rasa yaitu: versi dengan desktop KDE dan versi dengan desktop GNOME, dengan juga menyertakan desktop ringan Fluxbox. (Pada versi sebelumnya, ketiga desktop dimasukkan ke dalam sebuah edisi satu DVD)

11.CentOS
CentOS (Community ENTerprise Operating System) adalah sebuah distribusi linux sebagai bentuk dari usaha untuk menyediakan platform komputasi berkelas enterprise yang memiliki kompatibilitas kode biner sepenuhnya dengan kode sumber yang menjadi induknya, Red Hat Enterprise Linux (RHEL).[1]

Pada bulan Juni 2006, para pengembang utama distro Tao Linux, kloning RHEL, mengumumkan bahwa mereka akan menghentikan proyek tersebut dan menggantinya menjadi CentOS development. Para pengguna Tao linux kemudian bermigrasi menggunakan rilis CentOS menggunakan "yum update".[2]
Di bulan Juli 2009, baru diketahui bahwa pendiri CentOS, Lance Davis, telah menghilang sejak 2008. Lance Davis telah menghentikan kontribusinya terhadap proyek tersebut, namun tetap memegang kewenangan atas registrasi domain CentOS dan akun PayPal. Pada bulan Agustus 2009, Tim CentOS melaporkan telah berhasil menghubungi Davis dan mengambil alih kewenangan atas domain centos.info dan centos.org.[3]
Di Bulan Juli 2010, popularitas CentOS meningkat tajam melompati Debian sebagai distribusi linux terpopuler untuk server web, digunakan hampir 30% dari total keseluruhan server web berbasis linux.[4] Walaupun begitu,Debian mendapatkan kembali posisinya pada Januari 2012[5]

12. RedHat
 
Red Hat Linux Gratis (RHL), buatan perusahaan Red Hat, Inc., adalah sistem operasi Linux yang populer sampai produksinya dihentikan pada tahun 2004.[1]
Red Hat Linux 1.0 ini dirilis pada 3 November 1994. Awalnya disebut "Red Hat Commercial Linux" [2] merupakan distro linux pertama yang menggunakan sistem RPM Package Manager, yang kemudian diikuti beberapa distro lain, seperti Mandriva Linux dan SUSE Linux.
Sejak 2003, Red Hat telah menghentikan produksi Red Hat Linux namun mengeluarkan Red Hat Enterprise Linux (RHEL) untuk lingkungan perusahaan, serta Fedora (yang dikembangkan oleh masyarakat dengan dukungan Fedora Project dan disponsori oleh Red Hat) sebagai versi gratis bagi lingkungan rumahan. Red Hat Linux 9, rilis terakhir, secara resmi diakhiri pada 30 April 2004, meskipun dukungan masih diberikan oleh proyek Fedora Legacy sampai awal 2007.[3]

13.ClearOS
 ClearOS (sebelumnya bernama ClarkConnect) adalah Distro Linux, berbasis pada CentOS (Red Hat Enterprise Linux (RHEL) versi komunitas)[3], didesain khusus untuk digunakan sebagai gateway jaringan dan server jaringan dengan antarmuka berbasis web[4]. ClearOS di desain sebagai alternatif dari Windows SBS[5]. ClearOS diterbitkan pada tahun 2009 dari dasar ClarkConnect oleh tim ClearFoundation[6]. ClearOS 5.1, pertama kalinya menghapuskan pembatasan pada fitur email,DMZ, dan MultiWAN yang sebelumnya ada pada ClarkConnect[7].


Nb: Postingan Akan Di Update Lebih Lengkap Untuk Saat Ini Hanya Pengertian & Sejarah

Terimakasih 
 
  
  



 

Uas sistem Informasi Lanjut

UAS SISTEM INFORMASI LANJUT  Nama : M. Zidan Ardiansyah NIM : 1802045 Kelas : TI3B Soal 1 -Buat folder " NIM_UAS".Buat fo...