Linux
Linux (atau
GNU/Linux, lihat
kontroversi penamaannya) adalah nama yang diberikan kepada kumpulan
sistem operasi Mirip-Unix yang menggunakan
Kernel Linux sebagai
kernelnya. Linux merupakan proyek
perangkat lunak bebas dan sumber terbuka terbesar di dunia.
[1] Seperti perangkat lunak bebas dan sumber terbuka lainnya pada umumnya,
kode sumber Linux dapat dimodifikasi, digunakan dan didistribusikan kembali secara bebas oleh siapa saja.
[2]
Linux telah lama dikenal sebagai sistem yang fleksibel dan aman untuk penggunaan di
peladen-peladen serta banyak didukung oleh perusahan-perusahaan komputer terkenal seperti
Intel,
Dell,
Hewlett-Packard,
IBM,
Novell,
Oracle Corporation,
Red Hat, dan
Sun Microsystems. Linux digunakan sebagai sistem operasi di berbagai macam jenis
perangkat keras komputer, termasuk
komputer desktop,
superkomputer,
[3], dan
sistem benam seperti
pembaca buku elektronik, sistem permainan video (
PlayStation 2,
PlayStation 3 dan
XBox[4]),
telepon pintar berbasis
Android dan
router.
Berbagai pengamat
teknologi informasi
menganggaap bahwa kesuksesan Linux dikarenakan distribusi Linux tidak
bergantung pada vendor, biaya operasional yang rendah, dan
kompatibilitas yang tinggi dibandingkan sistem operasi
Unix tak bebas, serta faktor keamanan dan kestabilannya yang tinggi dibandingkan dengan sistem operasi lainnya seperti
Microsoft Windows. Ciri-ciri ini juga menjadi bukti atas keunggulan model
perangkat lunak sumber terbuka.
Dalam Linux, dikenal istilah
distribusi Linux (atau sering disebut distro Linux). Mereka merupakan sistem-sistem operasi Linux yang dasarnya dari Kernel Linux dan
sistem manajemen paket (biasanya). Contoh dari distro Linux seperti:
Debian GNU/Linux,
Ubuntu,
Linux Mint,
Red Hat Enterprise Linux,
Fedora,
CentOS, dll.
Contoh-Contoh Distro Linux
1.Ubuntu
Ubuntu ditawarkan dalam tiga edisi resmi: Ubuntu Desktop
[10] untuk komputer pribadi, Ubuntu Server untuk server
[11] dan
komputasi awan,
[12] dan Ubuntu Core
[13] untuk "
Internet untuk Segala",
[14] perangkat kecil dan robot.
[15][16]
Versi baru Ubuntu dengan dukungan standar dirilis tujuh bulan sekali,
sementara untuk versi dukungan jangka-panjang (LTS) dirilis dua tahun
sekali.
[17][18][19]
Rilis terbaru Ubuntu dengan dukungan standar adalah 18.10 (Cosmic
Cuttlefish) sementara untuk versi LTS adalah 18.04 (Bionic Beaver), yang
mendapat tambahan jangka waktu dukungan hingga 10 tahun,
[20] tidak seperti versi LTS lain yang mendapat dukungan hingga lima tahun saja.
Nama Ubuntu berasal dari filosofi dari
Afrika Selatan yang berarti "kemanusiaan kepada sesama"
[21] Proyek Ubuntu resmi disponsori oleh
Canonical Ltd. yang merupakan sebuah perusahaan yang dimiliki oleh pengusaha
Afrika Selatan
Mark Shuttleworth. Tujuan dari distribusi Linux Ubuntu adalah membawa
semangat yang terkandung di dalam filosofi Ubuntu ke dalam dunia
perangkat lunak. Ubuntu adalah
sistem operasi
lengkap berbasis Linux, tersedia secara bebas, dan mempunyai dukungan
baik yang berasal dari komunitas maupun tenaga ahli profesional.
Ubuntu adalah sistem operasi populer untuk komputasi awan, dan dijadikan sistem operasi rujukan bagi
OpenStack.
[22][23]
2.suSE
Sejarah lahirnya openSUSE bermula pada awal tahun 1990-an di mana
Linux masih berukuran 50 keping disket dan dapat diunduh melalui
internet. Pada saat itu pengguna yang memiliki koneksi internet masih
sangat sedikit. Kemudian pada tanggal 2 September 1992, S.u.S.E GmbH
didirikan di
Jerman
dan mulai menjual disket Linux. Pada tahun 1994, perusahaan ini
mengeluarkan distribusi Linux pertamanya dalam bentuk CD yang bernama
SuSE Linux 1.0. SuSE Linux 1.0 merupakan distribusi turunan
Slackware dengan terjemahan
Bahasa Jerman.
Untuk membangun distribusi Linux yang berdiri sendiri, SuSE menggunakan jurix sebagai dasar pengembangan
[4]. jurix merupakan distribusi Linux dikembangkan oleh Florian La Roche
[5],
kemudian dia bergabung dengan tim SuSE dan mulai mengambangkan YaST,
alat untuk menginstal dan konfigurasi yang nantinya menjadi titik pusat
distribusi SuSE.
Pada bulan Mei 1996, S.u.S.E GmbH merilis distribusi SuSE Linux
yang berdiri sendiri dengan nomor versi 4.2. Versi kali ini untuk
pertama kalinya menggunakan YaST sebagai alat instalasi dan konfigurasi
sistem. SuSE Linux 4.2 didistribusikan ke dalam 3 buah CD dan disertai
sebuah
Live-Filesystem.
SuSE Linux 5.0 mulai mengadopsi format RPM dari
Red Hat Linux, tetapi format TGZ masih didukung
[6].
SuSE Linux menjadi distribusi Linux terbesar di Jerman. Pengguna
professional di pasar Linux menuntut produk yang sesuai, maka mulai
versi 5 ditawarkan juga produk SuSE Business Linux yang memiliki
dukungan pembaruan yang panjang dan beragam paket pelatihan. Konsep ini
nantinya yang akan diterapkan pada
SUSE Linux Enterprise Server (SLES).
Suse Linux yang sampai pada versi itu hanya mendukung platform
Intel i386, kemudian di versi 6.1 mulai mendukung platform
DEC,
Alpha AXP dan platform
PowerPC mulai didukung pada versi 6.3. Pada perkembangan berikutnya tersedia juga versi SuSE Linux untuk sistem
AMD Athlon 64,
Intel Itanium dan
IBM 390 (Z-Series).
Mulai versi 7.0 sampai dengan 9.1 tersedia dua versi Suse Linux:
Personal dan Professional. Di samping itu tersedia juga versi bagi
pelajar. Paket pembaruan dengan harga yang pantas untuk versi
Professional juga tersedia tanpa cetakan buku pedoman administrasi. Pada
4 November 2003,
Novell mengumumkan bahwa mereka akan mengakuisisi SuSE.
[7] Akuisisi ini diselesaikan pada Januari 2004.
[8]
SuSE 9.1 merupakan versi pertama di bawah Novell. Salah satu perubahan
yang terjadi adalah mulai Juni 2004, di samping instalasi melalui
FTP,
CD untuk instalasi dasar tersedia di internet. Juga pada edisi
Professional dipasarkan dengan keping DVD kedua yang berisi perangkat
lunak untuk sistem 64-Bit (
AMD64 dan
Intel 64) (versi 64-Bit SuSE 9.0 dijual terpisah). Pada April 2004
YaST ditempatkan di bawah
Lisensi Publik Umum GNU.
Pada 4 Agustus 2005, juru bicara dan direktur hubungan masyarakat Bruce
Lowry mengumumkan bahwa pengembangan SUSE Professional akan lebih
terbuka dan bersama dalam proyek komunitas openSUSE berupaya meraih
perhatian yang lebih luas dari pengguna dan pengembang . Lebih terbuka
dengan memungkinkan pengguna dan pengembang untuk menguji dan membantu
mengembangkannya. Sebelumnya segala pengembangan dilakukan hanya oleh
SUSE dan versi 10.0 adalah versi pertama dengan pengujian beta oleh
publik. Sebagai bagian dari perubahan, akses ke Server-YaST menjadi
pelengkap bagi pengguna SUSE Linux.
Maskot dari SUSE secara umum dikenali sebagai
gecko (
tokek) dan disebut sebagai Geeko, tetapi sebenarnya adalah seekor kameleon (Chamaeleonidae).
3. Fedora
Fedora Linux) adalah sebuah
distro Linux berbasis
RPM dan
yum yang dikembangkan oleh
Fedora Project yang didukung oleh komunitas pemrogram serta disponsori oleh
Red Hat. Nama Fedora berasal dari karakter
fedora
yang digunakan di logo Red Hat. Pada rilis 1 sampai 6 distro ini
bernama Fedora Core yang kemudian berubah menjadi Fedora pada rilis
ke-7. Fedora dikenal di dunia Linux sebagai sebuah distro yang menjadi
pioneer dalam penggunaan teknologi terkini dan merupakan distro yang digunakan oleh
Linus Torvalds.
[5]
Salah satu visi utama Fedora tidak hanya mengandung software
dibawah lisensi software open source dan gratis, tetapi juga menjadi
teknologi yang mutakhir.
[6][7]
Pengembang fedora lebih membuat perubahan yang signifikan daripada
hanya memperbaiki khususnya untuk bahwa update Fedora dapat digunakan
oleh semua
Linux.
[8]
Dibandingkan dengan kebanyakan sistem operasi Non-Linux, Fedora
memiliki siklus kehidupan yang singkat. Versi X dipertahankan hanya satu
bulan sampai versi
X+2 diluncurkan. Dengan hanya 6 bulan selisih, dan periode perawatan hanya 13 bulan setiap versinya..
[9]
Ini dapat membawa permasalahan yang mungkin menggunakan versi Fedora
tertentu untuk pengembangan produknya (ex, embedded systems) di mana
dukungan jangka panjang lebih penting daripada memelihara software
revisi termukhtakir.
Pada tahun 2008,
Linus Torvalds, pemilik dari
Linux kernel, mengatakan bahwa dia menggunakan Fedora karena Fedora memiliki dukungan yang cukup bagus untuk arsitektur prosesor
PowerPC, yang dia rasakan setiap waktu.
[10]
Menurut
DistroWatch, Fedora adalah
sistem operasi ketiga yang paling populer di bulan Juni 2011, di belakang
Ubuntu dan
Mint, dan menjadi distribusi linux RPM yang paling populer.
[11]
Bagi Red Hat, Fedora merupakan ajang percobaan utuk menghasilkan distro
Red Hat Enterprise Linux (RHEL) yang stabil, rilis-rilis RHEL
dikembangkan dari versi Fedora.
[12]
Nama Fedora berasal dari Fedora Linux, proyek sukarela yang
mengembangkan perangkat lunak tambahan untuk distro Red Hat Linux, dan
dari karakteristik fedora (topi kulit) yang digunakan dalam logo Red Hat
("Shadowman"). Fedora Linux akhirnya diserap ke dalam Fedora Project.
[13]
Fedora adalah merek dagang dari Red Hat, walaupun hal ini pernah
disengketakan oleh para pencipta repositori perangkat lunak Fedora,
namun masalahnya telah diselesaikan.
[14]
4. Mandriva
Mandriva Linux (dahulu dikenal dengan nama
Mandrakelinux atau
Mandrake Linux) adalah
sistem operasi yang dibuat oleh Mandriva (dahulu dikenal dengan nama
Mandrakesoft). Mandriva Linux menggunakan
RPM Package Manager.Pertama kali dirilis berbasis
Redhat Linux (versi 5.1) dan KDE (versi 1.0) pada 23 Juli 1998.
Dari awal hingga versi 8.0, Mandrake menamai produk utamanya dengan
Linux Mandrake. Sedang versi 8.1 sampai 9.2 dinamai
Mandrake Linux
Pada bulan Februari 2004, Mandrakesoft kalah dalam suatu kasus di
pengadilan terhadap Hearst Corporation, pemilik King Features
Syndicate. Hearst menuduh MandrakeSoft melanggar hak cipta karakter King
Features bernama 'Mandrake the Magician'. Sebagai tindakan pencegahan,
Mandrakesoft mengganti nama produknya dengan menghilangkan spasi antara
merek dan nama produk serta mengubah huruf pertama dari nama produk
menjadi huruf kecil, sehingga menjadi satu kata. Mulai dari versi 10.0,
Mandrake Linux dikenal sebagai Mandrakelinux, demikian pula logonya.
Pada bulan April 2005 Mandrakesoft mengakuisisi
Conectiva, sebuah perusahaan Brasil yang menghasilkan
distribusi linux
berbahasa Portugis (Brasil) dan Spanyol di Amerika Latin. Akibat
akuisisi ini dan sengketa hukum dengan Hearst Corporation, Mandrakesoft
mengumumkan nama perusahaan menjadi Mandriva, dan bahwa Mandriva Linux
akan menjadi nama baru bagi produk-produknya.
[4]
5.Slackware
Slackware merupakan
distribusi Linux yang dibuat oleh
Patrick Volkerding. Slackware merupakan salah satu
distro Linux
awal, dan merupakan yang tertua yang masih dikelola. Tujuan utama
Slackware adalah stabilitas dan kemudahan desain, serta menjadi
distribusi Linux yang paling mirip
Unix.
[1]
Nama "Slackware" berasal dari fakta bahwa distribusi ini dimulai sebagai
sebuah proyek pihak swasta tanpa komitmen apa-apa. Untuk mencegah
proyek ini menjadi terlalu serius pada awalnya, Volkerding memberi nama
yang lucu itu, yang kemudian tetap bertahan bahkan setelah Slackware
menjadi proyek serius.
[2] Kata "Slack" (kendor) di Slackware merujuk pada istilah "
Slack" seperti yang digunakan oleh Gereja para SubGenius.
[3]
Slackware pada awalnya merupakan turunan dari
Softlanding Linux System,
yang paling populer dari distribusi Linux asli. SLS mendominasi pasar
sampai para pengembang membuat keputusan untuk mengganti format
executable-nya dari
a.out ke
ELF.
Ini bukan keputusan yang populer di kalangan basis pengguna SLS pada
saat itu. Patrick Volkerding meluncurkan versi modifikasi dari SLS, yang
dia beri nama Slackware.
[4] Rilis pertama Slackware, 1.00, diluncurkan pada tanggal
16 Juli 1993.
[5] Berupa sebuah citra 3½"
floppy disk yang tersedia melalui
FTP.
Pada tahun
1999,
Slackware berkali-kali dirilis, mulai dari rilis nomor 4 sampai 7. Hal
ini dijelaskan oleh Patrick Volkerding sebagai upaya pemasaran untuk
menunjukkan bahwa Slackware adalah sebuah distro Linux yang up-to-date
sebagaimana distro-distro lainnya, yang kala itu banyak yang telah
melepas nomor 6 (seperti
Red Hat yang merilis setiap revisi dari distribusinya dengan kenaikan dari 4.1 ke 5.0 bukan 3.1 ke 3.2 sebagaimana Slackware).
[6] Slackware memang memiliki beberapa rilis Beta dalam rentang 6.x, tetapi hal ini tidak dihitung sebagai rilis resmi.
Pada tahun
2005, lingkungan
desktop GNOME telah dihapus dari rilis yang akan diluncurkan, dan diserahkan kepada dukungan komunitasnya.
[7]
Penyingkiran GNOME dianggap oleh sebagian komunitas Linux sebagai
tindakan yang menggemparkan karena lingkungan desktop tersebut banyak
digunakan di distro-distro Linux. Sebagai balasan, beberapa proyek
berbasis komunitas mulai menawarkan distribusi GNOME lengkap untuk
Slackware.
6. Debian
Debian (
) adalah
sistem operasi
komputer yang tersusun dari paket-paket perangkat lunak yang dirilis
sebagai perangkat lunak bebas dan terbuka dengan lisensi mayoritas
GNU General Public License dan lisensi perangkat lunak bebas lainnya.
Debian GNU/Linux memuat perkakas sistem operasi GNU dan
kernel Linux
merupakan distribusi Linux yang popmuler dan berpengaruh. Debian
didistribusikan dengan akses ke repositori dengan ribuan paket perangkat
lunak yang siap untuk instalasi dan digunakan.
Debian terkenal dengan sikap tegas pada filosofi dari Unix dan
perangkat lunak bebas. Debian dapat digunakan pada beragam perangkat
keras, mulai dari komputer jinjing dan
desktop hingga telepon dan
server. Debian fokus pada kestabilan dan keamanan. Debian banyak
digunakan sebagai basis dari banyak distribusi GNU/Linux lainnya.
Sistem operasi Debian merupakan gabungan dari perangkat lunak yang dikembangkan dengan lisensi
GNU, dan utamanya menggunakan kernel
Linux,
sehingga populer dengan nama Debian GNU/Linux. Sistem operasi Debian
yang menggunakan kernel Linux merupakan salah satu distro Linux yang
populer dengan kestabilannya. Dengan memperhitungkan distro berbasis
Debian, seperti
Ubuntu,
Xubuntu,
Knoppix,
Mint, dan sebagainya, maka Debian merupakan distro Linux yang paling banyak digunakan di dunia.
[3]
7. PClinux
PCLinuxOS, sering disingkat sebagai
PCLOS, adalah sebuah
sistem operasi desktop. Ini adalah sebuah sistem operasi bebas untuk komputer pribadi yang bertujuan untuk memudahkan penggunaan.
PCLinuxOS dimulai dari satu set paket
RPM yang dibuat untuk meningkatkan versi-versi Linux Mandrake (sekarang
Mandriva Linux). Paket-paket ini diciptakan oleh Bill Reynolds, packager (pembuat paket) yang lebih dikenal sebagai
Texstar.
[1] Dari tahun 2000 hingga 2003, Texstar mengelola repositori dari paket RPM secara paralel dengan situs web
PCLinuxOnline.
Dalam sebuah wawancara, Reynolds berkata bahwa dia memulai PCLinuxOS
"untuk menyediakan jalan keluar untuk menyalurkan keinginan gila(nya)
dalam membuat paket kode sumber (source code) tanpa harus berurusan
dengan ego, kesombongan dan politik."
[2]
Pada tahun 2003 Texstar membuat turunan dari Linux Mandrake 9,2
(yang diluncurkan pada bulan Oktober 2003). Setelah bekerjasama dalam
proyek Live CD Mandrake, Texstar mengembangkan secara mandiri turunan
tersebut menjadi distribusi penuh. Awal rilis dinomori berturut-turut
sebagai "pra pertunjukan" (preview) yaitu p5, p7, P8 hingga p81a,
kemudian P9, p91, p92, dan p93.
Tahun 2007, dengan munculnya PCLinuxOS 2007, PCLinuxOS mengganti
basisnya ke Mandriva Linux 2007. Ini berarti perubahan ke arah kode
program yang lebih modern sehingga versi ini memerlukan perombakan
menyeluruh. Versi baru ini menampilkan tampilan baru, dan efek 3D di
dalamnya. Sebuah logo baru juga telah dirancang, dan digabungkan di
layar boot. Layar login yang baru juga dirancang, berjudul "Dark"
(gelap). PCLinuxOS 2007 ini dirilis pada 21 Mei 2007.
Tahun 2008 dirilis PCLinuxOS MiniMe 2008. MiniMe adalah sebuah
"Live & Install" CD
minimal untuk pengguna berpengalaman yang ingin menambahkan sendiri
pilihan paket. PCLinuxOS 2008 edisi "MiniMe" dirilis pada 07 Januari
2008.
[3]
8. Knoppix
PCLinuxOS dimulai dari satu set paket
RPM yang dibuat untuk meningkatkan versi-versi Linux Mandrake (sekarang
Mandriva Linux). Paket-paket ini diciptakan oleh Bill Reynolds, packager (pembuat paket) yang lebih dikenal sebagai
Texstar.
[1] Dari tahun 2000 hingga 2003, Texstar mengelola repositori dari paket RPM secara paralel dengan situs web
PCLinuxOnline.
Dalam sebuah wawancara, Reynolds berkata bahwa dia memulai PCLinuxOS
"untuk menyediakan jalan keluar untuk menyalurkan keinginan gila(nya)
dalam membuat paket kode sumber (source code) tanpa harus berurusan
dengan ego, kesombongan dan politik."
[2]
Pada tahun 2003 Texstar membuat turunan dari Linux Mandrake 9,2
(yang diluncurkan pada bulan Oktober 2003). Setelah bekerjasama dalam
proyek Live CD Mandrake, Texstar mengembangkan secara mandiri turunan
tersebut menjadi distribusi penuh. Awal rilis dinomori berturut-turut
sebagai "pra pertunjukan" (preview) yaitu p5, p7, P8 hingga p81a,
kemudian P9, p91, p92, dan p93.
Tahun 2007, dengan munculnya PCLinuxOS 2007, PCLinuxOS mengganti
basisnya ke Mandriva Linux 2007. Ini berarti perubahan ke arah kode
program yang lebih modern sehingga versi ini memerlukan perombakan
menyeluruh. Versi baru ini menampilkan tampilan baru, dan efek 3D di
dalamnya. Sebuah logo baru juga telah dirancang, dan digabungkan di
layar boot. Layar login yang baru juga dirancang, berjudul "Dark"
(gelap). PCLinuxOS 2007 ini dirilis pada 21 Mei 2007.
Tahun 2008 dirilis PCLinuxOS MiniMe 2008. MiniMe adalah sebuah
"Live & Install" CD
minimal untuk pengguna berpengalaman yang ingin menambahkan sendiri
pilihan paket. PCLinuxOS 2008 edisi "MiniMe" dirilis pada 07 Januari
2008.
[3]
7. Xandros
Xandros mengacu pada nama
distro Linux dan perusahaan (Xandros Corporation) yang membuatnya.
Xandros Linux adalah sebuah
distro Linux yang berdasarkan pada sistem KDE. Saat ini, Xandros telah mencapai versi 4. Nama Xandros diambil dari gabungan
X Window System dan pulau Andros di
Yunani.
[1] Didirikan bulan Mei 2001 oleh Linux Global Partners,
[2] perusahaan ini berkantor pusat di kota
New York, Amerika Serikat.
Distronya merupakan pengembangan dari
Corel Linux, yang berbasis
Debian, yang diakuisisi dari Corel Corporation pada bulan Agustus 2001 setelah Corel memutuskan meninggalkan pemasaran distro Linux.
[3] Xandros adalah salah satu pendiri
Desktop Linux Consortium dan anggota
Interop Vendor Alliance.
[4] Tampilannya sangat mirip dengan
Microsoft Windows, jadi mudah dan nyaman dioperasikan terutama bagi para pemula.
Pada bulan Juli 2007, Xandros membeli
Scalix, produk email dan kolaborasi Linux berbasis
HP OpenMail.
[5][6]. Pada bulan Juli 2008, Xandros mengakuisisi
Linspire.
10. Sabayon
Sabayon Linux atau Sabayon (sebelumnya bernama RR4 Linux dan R64 Linux) adalah distribusi Linux berbasis Gentoo yang dibuat oleh Fabio Erculiani dan Tim Pengembang Sabayon. Sabayon memiliki filosofi "Out of the box"
dengan menyertakan berbagai jenis aplikasi yang sudah dikonfigurasi dan
siap pakai untuk para pengguna sehingga bisa siap untuk digunakan. Nama
Sabayon diambil dari salah satu hidangan Italia, Zabaione.[3]
Sabayon didesain dengan antarmuka yang mudah, sistem deteksi perangkat keras
yang baik dan koleksi perangkat lunak mutakhir terpasang secara bawaan;
dengan berbagai tambahan yang bisa dipasang melalui gudang perangkat
lunak yang tersedia. Sabayon tersedia baik untuk arsitektur komputer x86 (32-bit) dan AMD64 (64-bit). Terdapat versi SpinBase yang datang tanpa antarmuka grafis X server, dengan sistem yang ringan dan cepat serta cocok untuk di-kustomisasi.
Sejak versi 4.1, Sabayon secara prinsip dirilis dalam dua rasa yaitu: versi dengan desktop KDE dan versi dengan desktop GNOME, dengan juga menyertakan desktop ringan Fluxbox. (Pada versi sebelumnya, ketiga desktop dimasukkan ke dalam sebuah edisi satu DVD).
11.CentOS
CentOS (
Community ENTerprise Operating System) adalah sebuah
distribusi linux sebagai bentuk dari usaha untuk menyediakan
platform komputasi berkelas enterprise yang memiliki
kompatibilitas kode biner sepenuhnya dengan kode sumber yang menjadi induknya,
Red Hat Enterprise Linux (RHEL).
[1]
Pada bulan Juni 2006, para pengembang utama distro Tao Linux, kloning
RHEL, mengumumkan bahwa mereka akan menghentikan proyek tersebut dan
menggantinya menjadi CentOS development. Para pengguna Tao linux
kemudian bermigrasi menggunakan rilis CentOS menggunakan "yum update".
[2]
Di bulan Juli 2009, baru diketahui bahwa pendiri CentOS, Lance
Davis, telah menghilang sejak 2008. Lance Davis telah menghentikan
kontribusinya terhadap proyek tersebut, namun tetap memegang kewenangan
atas registrasi domain CentOS dan akun PayPal. Pada bulan Agustus 2009,
Tim CentOS melaporkan telah berhasil menghubungi Davis dan mengambil
alih kewenangan atas domain centos.info dan centos.org.
[3]
Di Bulan Juli 2010, popularitas CentOS meningkat tajam melompati
Debian sebagai
distribusi linux terpopuler untuk server web, digunakan hampir 30% dari total keseluruhan server web berbasis
linux.
[4] Walaupun begitu,Debian mendapatkan kembali posisinya pada Januari 2012
[5]
12. RedHat
Red Hat Linux Gratis (RHL), buatan perusahaan
Red Hat, Inc., adalah
sistem operasi Linux yang populer sampai produksinya dihentikan pada tahun 2004.
[1]
Red Hat Linux 1.0 ini dirilis pada 3 November 1994. Awalnya disebut "Red Hat Commercial Linux"
[2] merupakan distro linux pertama yang menggunakan sistem
RPM Package Manager, yang kemudian diikuti beberapa distro lain, seperti
Mandriva Linux dan
SUSE Linux.
Sejak 2003, Red Hat telah menghentikan produksi Red Hat Linux namun mengeluarkan
Red Hat Enterprise Linux (RHEL) untuk lingkungan perusahaan, serta
Fedora
(yang dikembangkan oleh masyarakat dengan dukungan Fedora Project dan
disponsori oleh Red Hat) sebagai versi gratis bagi lingkungan rumahan.
Red Hat Linux 9, rilis terakhir, secara resmi diakhiri pada 30 April
2004, meskipun dukungan masih diberikan oleh proyek Fedora Legacy sampai
awal 2007.
[3]
13.ClearOS
ClearOS (sebelumnya bernama
ClarkConnect) adalah
Distro Linux, berbasis pada
CentOS (
Red Hat Enterprise Linux (RHEL) versi komunitas)
[3], didesain khusus untuk digunakan sebagai
gateway jaringan dan
server jaringan dengan
antarmuka berbasis web[4]. ClearOS di desain sebagai alternatif dari
Windows SBS[5]. ClearOS diterbitkan pada tahun
2009 dari dasar ClarkConnect oleh tim
ClearFoundation[6]. ClearOS 5.1, pertama kalinya menghapuskan pembatasan pada fitur
email,
DMZ, dan
MultiWAN yang sebelumnya ada pada ClarkConnect
[7].
Nb: Postingan Akan Di Update Lebih Lengkap Untuk Saat Ini Hanya Pengertian & Sejarah
Terimakasih